Rabu, 05 Maret 2014

Gaya Belajar

Buat siswa yang kesulitan dalam menentukan gaya belajar, kami telah membaca beberapa sumber tentang gaya belajar dan menyimpulkannya. Semoga bermanfaat! 
.
.
.
.
.
.
Berdasarkan buku Brain Mgt Series: Be an Absolute Genius yang ditulis oleh Sutanto Windura, terdapat tiga jenis yang dapat orang gunakan dalam belajar yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Namun, kebanyakan orang akan cenderung menggunakan salah satu dari ketiga modal tersebut. Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda dan selalu mempunyai kebiasaan dan kecenderungan ketika dalam proses belajar sesuai dengan hobi dan kebiasaan mereka. Adapun gaya belajar tersebut di bagi menjadi tiga antara lain : 

1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Siswa yang bergaya belajar visual lebih cenderung menggunakan penglihatan/mata ketika belajar.. Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal, menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera penglihatan. Sedangkan gaya belajar visual yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi.

Mata/pengelihatan berperan penting pada siswa yang cenderung belajar dengan gaya belajar tersebut. Siswa yang memiliki gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Tipe ini akan lebih nyaman ketika mereka duduk di depan kelas agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir dengan menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual. Misalnya seperti diagram, buku pelajran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sedetail mungkin untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Dalam gaya belajar visual ini, tentunya memiliki ciri umum yang bisa menjadi kelemahan dan kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan siswa dengan gaya belajar visual di bidang tertentu:
A) Kelebihan :
·         Tampil rapih (necis)
·       Dari ketanggapannya dalam menuliskan informasi tambahan ketika mencatat, siswa mempunyai sifat teliti dan detail ketika mengerjakan sesuatu.
·         Biasanya tidak terganggu jika harus belajar di dalam keributan atau keramaian.
·         Cenderung suka membaca
·         Tulisan tangan rapi dan bagus.
B) Kelemahan :
·         Seringkali mengetahui apa yang mau dikatakan, namun tidak pandai dalam mengutarkannya dalam kata-kata.
·         Kurang menyukai berbicara
·         Biasanya sukar mengingat suatu informasi yang diberitahukan secara lisan.

2. Auditorial (belajar dengan cara mendengar)
Sesuai dengan namanya, gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/audio sebagai sarana dalam belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara.

Siswa yang bertipe auditori mengandalkan proses belajarnya melalui telinga (atau pendengarannya). Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar dan menangkap lebih cepat ketika mendengarkan apa yang guru katakana. Siswa auditorial dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, tinggi rendahnya suara, kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan gaya belajar ini.

            A) Kelebihan :
·         Ketika mempresentasikan hasil pekerjaannya, maka dapat melaksanakannya dengan baik tanpa memiliki kendala dalam mengucapkan kalimat yang ingin diutarkan.
·         Suka berbicara
·         Memiliki tata bahasa yang baik
·         Mudah mengingat nama orang
B) Kekurangan
·         Membaca relatif pelan
·         Kurang baik ketika menulis karangan
·         Sulit diam untuk waktu yang cukup lama
·         Mudah terganggu oleh keributan

3. Kinsestetik
            Tipe belajar kinestetikal atau tactile learner atau physical learner adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi paling baik dan efektif dengan melibatkan gerakan tubuh (physical movement), pengalaman gerak tubuh (physical experience) atau perasaan (feeling emotion). Siswa seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

            Adapun kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan gaya belajar ini antara lain
            A) Kelebihan
·         Mempunyai kelebihan dalam bidang olahraga
·         Koordinasi antara mata dan tangan bagus
B) Kekurangan
·         Penampilan biasanya kurang begitu rapi
·         Kemampuan kurang dalam mengeja atau spelling

4. Ciri-ciri Belajar Visual, Auditorial, Kinestetik
            Setiap gaya belajar memiliki ciri-ciri umum. Dari ciri-ciri tersebut guru dan murid dapat memahami cara belajar siswa.Adapun ciri-ciri Gaya Belajar Visual ialah :
·      -   Bicara agak cepat
·       -   Pembaca cepat dan tekun
·        -  Lebih suka membaca daripada dibacakan
·         - Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata
·         - Lebih cenderung menyukai lukisan daripada music
·         - Suka membuat coretan-coretan saat berpikir, mencatat, dan  menelpon atau bicara langung
·         - Suka memperhatikan detil tulisan atau salah ketik
·         - Nada suaranya cenderung tinggi

Gaya Belajar Auditorial :
·         -Suka mendengarkan musik
·         -Lebih menyukai musik (Seni suara) daripada lukisan
·         -Mudah terganggu dengan suara lain saat belajar/bekerja
·         -Suka menggumam saat membaca
·         -Sering berbicara sendiri saat belajar atau berpikir
·         -Cenderung pandai bicara atau memilih kata-kata
·         -Efektif jika belajar bersama-sama daripada belajar sendiri
·         -Dapat menerangkan suatu hal dengan kalimat dan pembicaraan yang panjang
·         -Lebih suka menelepon atau berbicara langsung di telepon daripada kirim SMS, memo, surat, atau e-mail
·         -Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada apa yang dibacanya

Gaya Belajar Kinsetetikal :
·         Banyak melakukan aktivitas fisik ringan saat berbicara atau belajar.

 Misalnya, memutar-mutar bolpoin, menggoyang-goyangkan tungkai kakinya, memilin-milin tisu, dan sebagainya
·         Tidak betah duduk di kursi lama-lama
·         Selalu berpindah-pinda tempat saat belajr : di ruang belajar, di sofa, di tempat tidur, dan sebagainya
·         Mengingat sesuatu lebih baik apabila sambil berjalan atau menggerakan bagian tubuh tertentu (misalnya, sambil menjentikkan jarinya)
·         Lebih suka “trial & error” jika mencoba sesuatu alat yang baru
·         Suka berolahraga atau aktivitas fisik lainnya
·         Pandai meniru mimik muka atau gerakan orang lain
·         Berbicara sambil menggerak-gerakkan tangan atau badan
·         Penampilannya cenderung kurang rapi (sedikit acak-acakan)
·         Biasanya suka memakai pakaian yang santai
·         Tulisan tangan cenderung kurang bagus
·         Tempo bicaranya lambat
·         Intonasi suaranya berat
5. Strategi untuk mempermudah proses belajar :
A) Visual
·         Berikanlah buku-buku yang terdapat banyak ilustrasi gambar dan warnanya
·         Perhatikan penerangan tempat belajarnya. Tipe visual sangan dominan menggunakan indra penglihatan. Oleh sebab itu, penerangan tempat anak belajar perlu diperhatikan.
·         Hindari “polusi visual” di sekitar tempat mereka belajar. Tipe visual sangat mudah terganggu konsentrasinya dengan hal yang sifatnya visual. Oleh karena itu, pastikan meja belajar tidak menghadap ke jendela atau pintu langsung agar siswa tidak mudah “tergoda” secara visual dengan orang yang lalu lalang di depan pintu atau apa pun yang terlihat dari jendelanya.
·         Pastikan buku catatan mereka lengkap dan tidak ketinggalan mencatat
·         Gunakan Mind Map
·         Gunakan warna untuk menghilight hal-hal penting
·         Ajak siswa untuk membaca buku-buku berilustrasi
·         Gunakan multi-media dalam proses pembelajaran (contoh: komputer dan video)
B) Auditorial
·         Mengajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga
·         Dorong siswa untuk membaca materi pelajaran dengan keras
·         Gunakan musik untuk mengajarkan siswa
·         Diskusikan idedengan anak secara verbal
·         Biarkan siswa merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur
·         Lakukan apa yang ingin mereka ingat
·         Hindarkan “polusi suara” di sekitar tempat mereka belajar
·         Berpikir dan mengingat sambil mengucapkannya keras-keras.
·         Gunakan Mind Map
C) Kinestetik
·         Jangan paksakan siswa untuk belajar sampai berjam-jam
·         Ajak siswa untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya
·         Izinkan siswa untuk mengunyah permen karet pada saat belajar
·         Izinkan siswa untuk belajar sambil mendengarkan musik
·         Frekuensi break atau jeda istirahat diperbanyak
·         Gunakan Mind Map
6. Menggabungkan Ketiga Gaya Belajar
Ada suatu penelitian mengenai daya ingat yang menunjukkan bahwa kita rata-rata dapat mengingat :
§  20 % apa yang kita baca
§  30% apa yang kita dengar
§  40% apa yang kita lihat
§  50% apa yang kita katakan
§  60% apa yang kita perbuat
§  90% apa yang kit abaca, dengar, lihat, katakan, dan perbuat
Dengan begitu, siswa akan lebih menguasai suatu materi ketika siswa melakukan hal yang ada diatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar