Rabu, 19 Maret 2014

Zumba

Buat kalian yang ingin berolahraga di rumah dan simple, kalian bisa mencoba olahraga satu ini. Zumba.

Apa itu zumba? Zumba adalah jenis senam yang menggabungkan tari latin dan musik-musik internasional. Membuat gerakannya juga tidak sulit. Kalian dapat menggerakan badan kalian sesuka hati dengan mengikuti irama. Biasanya, 1 lagu berkisaran 3-5 menit. 
Disarankan, ketika melakukan zumba, lagu yang digunakan adalah lagu yang berpace cepat dan lagu yang ceria.

braids

annyeonghaseoyo!!!
buat kalian para cewekyang mau berekspresi ria dengan rambut kalian, kita punya beberapa gaya rambut yang bisa kalian jadiin panutan buat dicontoh...
simak guys!!






Kamis, 06 Maret 2014

Cerpen

Asli! Nih blog random banget. Mulai dari resep, gaya belajar, sampai cerpen. Yah, mau gimana lagi deh. Udah setuju nentuin tema ni blog tuh lifestyle. Ah, gapapa deh. Ersya enjoy-enjoy aja nulisnya tuh. Stacia juga. Dia suka ngusilin Ersya kalo giliran Ersya yang nulis, hihih.

Anyway! Stacia sudah membuat cerpen menarik yang kalian bisa nikmati untuk dibaca. Silahkan dinikmati~
.
.
.
.
.
Sudah beberapa hari ini seluruh tubuh Hana terasa lemas. Wajahnya terlihat pucat dan lesu. Pola makan Hana yang tidak teratur dan tidak sehat semakin berantakan.

“Hana, lo nggak pa-pa? Muka lo pucet banget!” tanya Selia, sahabat baiknya.

Mata Hana terlihat sayu, dia menengok ke teman baiknya itu, “nggak tau, gue ngerasa lemes banget.”

“Mending lo periksa ke dokter deh. Pulang sekolah, yuk! Gue temenin. Okay?”

Hana mengangguk setuju, lebih baik tanyakan ke dokter daripada ia kelimpungan sendiri. Ia sudah pasrah dengan apa yang dia rasakan beberapa hari terakhir. Ia ingin secepatnya sembuh dan beraktivitas seperti biasa lagi. Jalan-jalan, makan junk food yang yummy banget, tidur malam, chattingan sama bule ganteng dan kegiatan lainnya.

Pulang sekolah, dengan diantar oleh Selia, Hana memasuki gedung tua putih namun kokoh berdiri di tengah kota. Bau obat langsung menusuk hidung saat menjejakan kaki ke dalam bangunan itu.

“Uhh! bau obat ga enakkkk!” pekik Hana pelan, namun terdengar oleh Selia.

“Ya nasib lah, Han. Kalo lo nggak mau nyium bau obat jangan sakit melulu makanya,” jawab Selia sambil terkekeh.

Hana cemberut mendengar perkataan sahabatnya itu. Siapa juga yang mau sakit! batin Hana. “Bukan salah gue kan kalo gue sakit?” katanya.

Langkah ringan kaki mereka berdua perlahan masuk ke dalam sebuah ruangan berdominasi cat kuning gading.
 Menyeruakan kesan sejuk dan hommy yang membuat Hana rileks sejenak sebelum sebuah suara mengembalikannya kembali ke dunia nyata.

“Yang mana yang namanya Hana?” tanya dokter dalam ruangan itu. Sudah cukup berumur, Hana memperkirakan usianya sekitar 40 tahun-an.

“Saya, dok,” cicit Hana. Suasana ruangan ini berubah 180 derajat, pikir Hana, setelah melihat dokter yang akan memeriksanya.

“Silahkan duduk,” kata dokter itu

Hana dan Selia langsung duduk tanpa banyak berkomentar. Selia yang tadi bersemangat pun sekarang hanya diam saja menonton Hana diceramahi oleh dokter di depan mereka.

“Kasus kesehatan anak muda sepertimu sudah banyak saya temui selama saya menjadi dokter. Kamu tau kenapa perawat di depan menyuruhmu masuk ke dalam ruangan ini bukan ruangan dokter yang lain?” dokter itu berhenti sejenak dan melanjutkan perkataannya tanpa menunggu jawaban Hana atau Selia.

“Kamu mempunyai kesehatan yang buruk. Makan junk food, tidur malam, mata berada lama di depan komputer dan alat-alat gadget lainnya, mandi malam, tidak suka makan sayur. Banyak remaja seusiamu yang sangat tidak memikirkan kesehatan, mereka mengacuhkannya.”

Hana hanya diam, meski begitu, ia mengakui kebiasaan yang disebutkan dokter di hadapannya ini memang merupakan kebiasaannya selama ini. Selama ia masih sehat. Selama ia belum memikirkan pentingnya kesehatannya yang sangat berharga bagi hidupnya.

Baginya, kehidupan di era modern seperti sekarang merupakan kehidupan yang serba instan dan cepat. Langsung dan menyenangkan. Namun hal itu tidaklah baik untuk kesehatannya sebagai generasi penerus bangsa.

“Saya akan memberimu vitamin yang cukup banyak, namun ingat tetap perlu diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Makanlah banyak sayur dan buah, kurangi junk food dan makanan instan, istirahat yang cukup, jangan mandi malam-malam karena mandi malam bisa menyebabkan tulangmu rentan, kurangi waktu untuk di depan gadget. Saya juga buatkan pola makan sehat yang harus kamu terapkan seminggu ini,” jelas dokter itu panjang lebar.

“Iya, dok, saya mengerti. Saya akan mengubah pola hidup tidak sehat saya menjadi sehat,” jawab Hana mantap.

Sedangkan di sampingnya, Selia juga menyadari kalau selama ini ia berpola hidup tidak sehat. Ia tidak mau menunggu seperti Hana sekarang. Ia juga akan berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Rabu, 05 Maret 2014

Gaya Belajar

Buat siswa yang kesulitan dalam menentukan gaya belajar, kami telah membaca beberapa sumber tentang gaya belajar dan menyimpulkannya. Semoga bermanfaat! 
.
.
.
.
.
.
Berdasarkan buku Brain Mgt Series: Be an Absolute Genius yang ditulis oleh Sutanto Windura, terdapat tiga jenis yang dapat orang gunakan dalam belajar yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Namun, kebanyakan orang akan cenderung menggunakan salah satu dari ketiga modal tersebut. Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda dan selalu mempunyai kebiasaan dan kecenderungan ketika dalam proses belajar sesuai dengan hobi dan kebiasaan mereka. Adapun gaya belajar tersebut di bagi menjadi tiga antara lain : 

1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Siswa yang bergaya belajar visual lebih cenderung menggunakan penglihatan/mata ketika belajar.. Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal, menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera penglihatan. Sedangkan gaya belajar visual yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi.

Mata/pengelihatan berperan penting pada siswa yang cenderung belajar dengan gaya belajar tersebut. Siswa yang memiliki gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Tipe ini akan lebih nyaman ketika mereka duduk di depan kelas agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir dengan menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual. Misalnya seperti diagram, buku pelajran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sedetail mungkin untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Dalam gaya belajar visual ini, tentunya memiliki ciri umum yang bisa menjadi kelemahan dan kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan siswa dengan gaya belajar visual di bidang tertentu:
A) Kelebihan :
·         Tampil rapih (necis)
·       Dari ketanggapannya dalam menuliskan informasi tambahan ketika mencatat, siswa mempunyai sifat teliti dan detail ketika mengerjakan sesuatu.
·         Biasanya tidak terganggu jika harus belajar di dalam keributan atau keramaian.
·         Cenderung suka membaca
·         Tulisan tangan rapi dan bagus.
B) Kelemahan :
·         Seringkali mengetahui apa yang mau dikatakan, namun tidak pandai dalam mengutarkannya dalam kata-kata.
·         Kurang menyukai berbicara
·         Biasanya sukar mengingat suatu informasi yang diberitahukan secara lisan.

2. Auditorial (belajar dengan cara mendengar)
Sesuai dengan namanya, gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/audio sebagai sarana dalam belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara.

Siswa yang bertipe auditori mengandalkan proses belajarnya melalui telinga (atau pendengarannya). Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar dan menangkap lebih cepat ketika mendengarkan apa yang guru katakana. Siswa auditorial dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, tinggi rendahnya suara, kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan gaya belajar ini.

            A) Kelebihan :
·         Ketika mempresentasikan hasil pekerjaannya, maka dapat melaksanakannya dengan baik tanpa memiliki kendala dalam mengucapkan kalimat yang ingin diutarkan.
·         Suka berbicara
·         Memiliki tata bahasa yang baik
·         Mudah mengingat nama orang
B) Kekurangan
·         Membaca relatif pelan
·         Kurang baik ketika menulis karangan
·         Sulit diam untuk waktu yang cukup lama
·         Mudah terganggu oleh keributan

3. Kinsestetik
            Tipe belajar kinestetikal atau tactile learner atau physical learner adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi paling baik dan efektif dengan melibatkan gerakan tubuh (physical movement), pengalaman gerak tubuh (physical experience) atau perasaan (feeling emotion). Siswa seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

            Adapun kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan gaya belajar ini antara lain
            A) Kelebihan
·         Mempunyai kelebihan dalam bidang olahraga
·         Koordinasi antara mata dan tangan bagus
B) Kekurangan
·         Penampilan biasanya kurang begitu rapi
·         Kemampuan kurang dalam mengeja atau spelling

4. Ciri-ciri Belajar Visual, Auditorial, Kinestetik
            Setiap gaya belajar memiliki ciri-ciri umum. Dari ciri-ciri tersebut guru dan murid dapat memahami cara belajar siswa.Adapun ciri-ciri Gaya Belajar Visual ialah :
·      -   Bicara agak cepat
·       -   Pembaca cepat dan tekun
·        -  Lebih suka membaca daripada dibacakan
·         - Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata
·         - Lebih cenderung menyukai lukisan daripada music
·         - Suka membuat coretan-coretan saat berpikir, mencatat, dan  menelpon atau bicara langung
·         - Suka memperhatikan detil tulisan atau salah ketik
·         - Nada suaranya cenderung tinggi

Gaya Belajar Auditorial :
·         -Suka mendengarkan musik
·         -Lebih menyukai musik (Seni suara) daripada lukisan
·         -Mudah terganggu dengan suara lain saat belajar/bekerja
·         -Suka menggumam saat membaca
·         -Sering berbicara sendiri saat belajar atau berpikir
·         -Cenderung pandai bicara atau memilih kata-kata
·         -Efektif jika belajar bersama-sama daripada belajar sendiri
·         -Dapat menerangkan suatu hal dengan kalimat dan pembicaraan yang panjang
·         -Lebih suka menelepon atau berbicara langsung di telepon daripada kirim SMS, memo, surat, atau e-mail
·         -Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada apa yang dibacanya

Gaya Belajar Kinsetetikal :
·         Banyak melakukan aktivitas fisik ringan saat berbicara atau belajar.

 Misalnya, memutar-mutar bolpoin, menggoyang-goyangkan tungkai kakinya, memilin-milin tisu, dan sebagainya
·         Tidak betah duduk di kursi lama-lama
·         Selalu berpindah-pinda tempat saat belajr : di ruang belajar, di sofa, di tempat tidur, dan sebagainya
·         Mengingat sesuatu lebih baik apabila sambil berjalan atau menggerakan bagian tubuh tertentu (misalnya, sambil menjentikkan jarinya)
·         Lebih suka “trial & error” jika mencoba sesuatu alat yang baru
·         Suka berolahraga atau aktivitas fisik lainnya
·         Pandai meniru mimik muka atau gerakan orang lain
·         Berbicara sambil menggerak-gerakkan tangan atau badan
·         Penampilannya cenderung kurang rapi (sedikit acak-acakan)
·         Biasanya suka memakai pakaian yang santai
·         Tulisan tangan cenderung kurang bagus
·         Tempo bicaranya lambat
·         Intonasi suaranya berat
5. Strategi untuk mempermudah proses belajar :
A) Visual
·         Berikanlah buku-buku yang terdapat banyak ilustrasi gambar dan warnanya
·         Perhatikan penerangan tempat belajarnya. Tipe visual sangan dominan menggunakan indra penglihatan. Oleh sebab itu, penerangan tempat anak belajar perlu diperhatikan.
·         Hindari “polusi visual” di sekitar tempat mereka belajar. Tipe visual sangat mudah terganggu konsentrasinya dengan hal yang sifatnya visual. Oleh karena itu, pastikan meja belajar tidak menghadap ke jendela atau pintu langsung agar siswa tidak mudah “tergoda” secara visual dengan orang yang lalu lalang di depan pintu atau apa pun yang terlihat dari jendelanya.
·         Pastikan buku catatan mereka lengkap dan tidak ketinggalan mencatat
·         Gunakan Mind Map
·         Gunakan warna untuk menghilight hal-hal penting
·         Ajak siswa untuk membaca buku-buku berilustrasi
·         Gunakan multi-media dalam proses pembelajaran (contoh: komputer dan video)
B) Auditorial
·         Mengajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga
·         Dorong siswa untuk membaca materi pelajaran dengan keras
·         Gunakan musik untuk mengajarkan siswa
·         Diskusikan idedengan anak secara verbal
·         Biarkan siswa merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur
·         Lakukan apa yang ingin mereka ingat
·         Hindarkan “polusi suara” di sekitar tempat mereka belajar
·         Berpikir dan mengingat sambil mengucapkannya keras-keras.
·         Gunakan Mind Map
C) Kinestetik
·         Jangan paksakan siswa untuk belajar sampai berjam-jam
·         Ajak siswa untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya
·         Izinkan siswa untuk mengunyah permen karet pada saat belajar
·         Izinkan siswa untuk belajar sambil mendengarkan musik
·         Frekuensi break atau jeda istirahat diperbanyak
·         Gunakan Mind Map
6. Menggabungkan Ketiga Gaya Belajar
Ada suatu penelitian mengenai daya ingat yang menunjukkan bahwa kita rata-rata dapat mengingat :
§  20 % apa yang kita baca
§  30% apa yang kita dengar
§  40% apa yang kita lihat
§  50% apa yang kita katakan
§  60% apa yang kita perbuat
§  90% apa yang kit abaca, dengar, lihat, katakan, dan perbuat
Dengan begitu, siswa akan lebih menguasai suatu materi ketika siswa melakukan hal yang ada diatas.

Sandwich

Karena belakangan ini Ersya lagi mau makan sesuatu dengan daging ham asap, maka dengan segera Ersya menggerakan her lazy ass untuk pergi ke Carefour di mall Cipinang Indah Minggu, 23 Februari 2014 kemarin.

Sambil menikmati semilir angin malam, Ersya berhasil membawa pulang ham asap yang dibelinya dengan selamat wal afiat *lempar party yeaaayyy*.

Walaupun nasib daging asap tersebut sudah berakhir di dalam perut keluarga Ersya dan dia sendiri, Ersya masih ingat betul rasa sandwich yang melekat di lidahnya *Lebay ah.* Teneng aja! Walopun Ersya sudah menghabiskan ham tersebut, dia masih inget kok cara membuatnya! Sayangnya, ga ada fotonya nih. Alasanya karena Ersya terlalu males buat ngambil fotonya. Maaf yah, heheh...

Bahan :
1 lembar daging ham asap
1 buah telur
1 lembar daun selada, bagi dua jika terlalu besar
1 buah keju lembar
Mayonaisse
Saus tomat
4 lembar roti

Cara membuat :
- Rebus daging asap sekitar 5-6 detik, angkat, tiriskan
- Dadar telur sampai matang. Usahakan telur dadarnya tipis dan lebar.
- Kemudian, ambil dua lembar roti dan letakkan diatas sebuah wadah.
- Letakkan daging asap dan telur dadar di roti yang terpisah
- Oleskan 1 sdt saus tomat diatas daging asap dan oleskan 1 sdt mayonaisse di atas telur
- Letakkan keju diatas sandwich daging asap sementara letakkan selada diatas sandwich telur
- Oleskan 1 sdt mayonaisse diatas keju begitu juga diatas selada
- Tutup dengan roti, sajikan

Tips :
* Struktur isi boleh diganti (misalkan daging ham dengan selada atau keju dengan telur)
* Sebelum dimakan, hendaknya roti di potong secara diagonal

Yah, sekian dulu untuk sandwich. Nanti, Ersya juga mau kasih tau resep yang lain sih dengan menggunakan daging asap atau kornet sebagai bagan dasar. Jadi, sayonara dulu untuk sekarang!

Rabu, 26 Februari 2014

Lifestyle

Karena kita (sejujurnya) ga tau apa yang harus di pos, kami memutuskan untuk mem-posting sesuatu yang bebas! Dimulai dari minggu ini, kami akan memposting lifestyle seperti, resep-resep makanan yang mudah dan nikmat, gaya berpakaian, aksesori unik, gaya belajar yang bisa membantu kamu saat belajar, dan masih banyak lagi.

habis ini kita akan membahas tentang resep-resep makanan yang patut dicoba.. bikin ngilerrrrrrrrrrrrr...............!!!
So, cekidot!

Rabu, 12 Februari 2014

Udah Lama

Hi!
Udah lama ga buka blog lagi. Sekarang, dikarenakan tugas TIK, gw harus berkolaborasi dengan salah satu sohib gue yang sering ngatain gue helem. Namanya sih gue panggil Yeobo1 (pasalnya dia punya yeobo dia sendiri dan gua dianggap sebagai keluarga tambahan). Jadi, disinilah gue. Kembali dari hiatus gue yang udahdarikapantahulamabanget, gue kembali mengotak atik blog ini dengan temen gue, si Yeobo1 alias Stacia. (Ersya)

Sekarang, Stacia yang ngomong. Berkelompok dengan helem, buat gue digetok pake kepalanya yang keras kayak batu. Ini baru awal, nantinya..? Wait and I will tell you more soon.. *peace, Sya.. (Stacia)

Sialan lo, Stak.
Anyways, di blog lama yang telah direvisi ini, kami akan menampilkan artikel-artikel terbaru seperti teknologi, kesehahtan, politik, sosial & budaya, dan juga berita-berita yang up to date (Ersya) . Jadi, terus pantau blog ini AHAHAHAAHAH (Stacia)