Berdasarkan
buku Brain Mgt Series: Be an Absolute Genius yang ditulis oleh Sutanto Windura,
terdapat tiga jenis yang dapat orang gunakan dalam belajar yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik.
Namun, kebanyakan orang akan cenderung menggunakan salah satu dari ketiga modal
tersebut. Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda dan selalu
mempunyai kebiasaan dan kecenderungan ketika dalam proses belajar sesuai dengan
hobi dan kebiasaan mereka. Adapun gaya belajar tersebut di bagi menjadi tiga
antara lain :
1.
Visual (belajar dengan cara melihat)
Siswa
yang bergaya belajar visual lebih cenderung menggunakan penglihatan/mata ketika
belajar.. Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal,
menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan
indera penglihatan. Sedangkan gaya belajar visual yang bersifat internal adalah
menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi.
Mata/pengelihatan
berperan penting pada siswa yang cenderung belajar dengan gaya belajar tersebut.
Siswa yang memiliki gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi
muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Tipe ini akan lebih nyaman ketika
mereka duduk di depan kelas agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir
dengan menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan
menggunakan tampilan-tampilan visual. Misalnya seperti diagram, buku pelajran
bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sedetail mungkin untuk mendapatkan
informasi yang lebih lengkap.
Dalam
gaya belajar visual ini, tentunya memiliki ciri umum yang bisa menjadi
kelemahan dan kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan siswa
dengan gaya belajar visual di bidang tertentu:
A)
Kelebihan :
·
Tampil rapih (necis)
· Dari ketanggapannya dalam menuliskan
informasi tambahan ketika mencatat, siswa mempunyai sifat teliti dan detail
ketika mengerjakan sesuatu.
·
Biasanya tidak terganggu jika harus
belajar di dalam keributan atau keramaian.
·
Cenderung suka membaca
·
Tulisan tangan rapi dan bagus.
B)
Kelemahan :
·
Seringkali mengetahui apa yang mau
dikatakan, namun tidak pandai dalam mengutarkannya dalam kata-kata.
·
Kurang menyukai berbicara
·
Biasanya sukar mengingat suatu informasi
yang diberitahukan secara lisan.
2.
Auditorial (belajar dengan cara mendengar)
Sesuai
dengan namanya, gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/audio
sebagai sarana dalam belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat eksternal
adalah dengan mengeluarkan suara.
Siswa
yang bertipe auditori mengandalkan proses belajarnya melalui telinga (atau
pendengarannya). Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar dan
menangkap lebih cepat ketika mendengarkan apa yang guru katakana. Siswa
auditorial dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, tinggi rendahnya suara, kecepatan berbicara dan hal-hal
auditori lainnya.
Berikut
adalah kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan gaya belajar ini.
A) Kelebihan :
·
Ketika mempresentasikan hasil
pekerjaannya, maka dapat melaksanakannya dengan baik tanpa memiliki kendala
dalam mengucapkan kalimat yang ingin diutarkan.
·
Suka berbicara
·
Memiliki tata bahasa yang baik
·
Mudah mengingat nama orang
B)
Kekurangan
·
Membaca relatif pelan
·
Kurang baik ketika menulis karangan
·
Sulit diam untuk waktu yang cukup lama
·
Mudah terganggu oleh keributan
Tipe belajar kinestetikal atau tactile learner atau physical learner adalah
tipe belajar yang cenderung menerima informasi paling baik dan efektif dengan
melibatkan gerakan tubuh (physical
movement), pengalaman gerak tubuh (physical
experience) atau perasaan (feeling
emotion). Siswa seperti ini sulit untuk duduk
diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi
sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan
sentuhan.
Adapun kelebihan
dan kekurangan ketika menggunakan gaya belajar ini antara lain
A) Kelebihan
·
Mempunyai kelebihan dalam bidang
olahraga
·
Koordinasi antara mata dan tangan bagus
B)
Kekurangan
·
Penampilan biasanya kurang begitu rapi
·
Kemampuan kurang dalam mengeja atau spelling
4.
Ciri-ciri Belajar Visual, Auditorial, Kinestetik
Setiap gaya belajar memiliki
ciri-ciri umum. Dari ciri-ciri tersebut guru dan murid dapat memahami cara
belajar siswa.Adapun
ciri-ciri Gaya Belajar Visual ialah :
· - Bicara agak cepat
· - Pembaca cepat dan tekun
· - Lebih suka membaca daripada dibacakan
· - Seringkali mengetahui apa yang harus
dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata
· - Lebih cenderung menyukai lukisan
daripada music
· - Suka membuat coretan-coretan saat
berpikir, mencatat, dan menelpon atau
bicara langung
· - Suka memperhatikan detil tulisan atau
salah ketik
· - Nada suaranya cenderung tinggi
Gaya Belajar Auditorial
:
· -Suka mendengarkan musik
· -Lebih menyukai musik (Seni suara)
daripada lukisan
· -Mudah terganggu dengan suara lain saat
belajar/bekerja
· -Suka menggumam saat membaca
· -Sering berbicara sendiri saat belajar
atau berpikir
· -Cenderung pandai bicara atau memilih
kata-kata
· -Efektif jika belajar bersama-sama
daripada belajar sendiri
· -Dapat menerangkan suatu hal dengan
kalimat dan pembicaraan yang panjang
· -Lebih suka menelepon atau berbicara
langsung di telepon daripada kirim SMS, memo, surat, atau e-mail
· -Lebih mudah mengingat apa yang didengar
daripada apa yang dibacanya
Gaya Belajar Kinsetetikal :
·
Banyak melakukan aktivitas fisik ringan
saat berbicara atau belajar.
Misalnya, memutar-mutar bolpoin,
menggoyang-goyangkan tungkai kakinya, memilin-milin tisu, dan sebagainya
·
Tidak betah duduk di kursi lama-lama
·
Selalu berpindah-pinda tempat saat
belajr : di ruang belajar, di sofa, di tempat tidur, dan sebagainya
·
Mengingat sesuatu lebih baik apabila
sambil berjalan atau menggerakan bagian tubuh tertentu (misalnya, sambil
menjentikkan jarinya)
·
Lebih suka “trial & error” jika mencoba sesuatu alat yang baru
·
Suka berolahraga atau aktivitas fisik
lainnya
·
Pandai meniru mimik muka atau gerakan
orang lain
·
Berbicara sambil menggerak-gerakkan
tangan atau badan
·
Penampilannya cenderung kurang rapi
(sedikit acak-acakan)
·
Biasanya suka memakai pakaian yang
santai
·
Tulisan tangan cenderung kurang bagus
·
Tempo bicaranya lambat
·
Intonasi suaranya berat
5.
Strategi untuk mempermudah proses belajar :
A)
Visual
·
Berikanlah buku-buku yang terdapat
banyak ilustrasi gambar dan warnanya
·
Perhatikan penerangan tempat belajarnya.
Tipe visual sangan dominan menggunakan indra penglihatan. Oleh sebab itu,
penerangan tempat anak belajar perlu diperhatikan.
·
Hindari “polusi visual” di sekitar
tempat mereka belajar. Tipe visual sangat mudah terganggu konsentrasinya dengan
hal yang sifatnya visual. Oleh karena itu, pastikan meja belajar tidak
menghadap ke jendela atau pintu langsung agar siswa tidak mudah “tergoda”
secara visual dengan orang yang lalu lalang di depan pintu atau apa pun yang
terlihat dari jendelanya.
·
Pastikan buku catatan mereka lengkap dan
tidak ketinggalan mencatat
·
Gunakan Mind Map
·
Gunakan warna untuk menghilight hal-hal
penting
·
Ajak siswa untuk membaca buku-buku
berilustrasi
·
Gunakan multi-media dalam proses pembelajaran
(contoh: komputer dan video)
B)
Auditorial
·
Mengajak anak untuk ikut berpartisipasi
dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga
·
Dorong siswa untuk membaca materi
pelajaran dengan keras
·
Gunakan musik untuk mengajarkan siswa
·
Diskusikan idedengan anak secara verbal
·
Biarkan siswa merekam materi
pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur
·
Lakukan apa yang ingin mereka ingat
·
Hindarkan “polusi suara” di sekitar
tempat mereka belajar
·
Berpikir dan mengingat sambil
mengucapkannya keras-keras.
·
Gunakan Mind Map
C)
Kinestetik
·
Jangan paksakan siswa untuk belajar
sampai berjam-jam
·
Ajak siswa untuk belajar sambil
mengeksplorasi lingkungannya
·
Izinkan siswa untuk mengunyah permen
karet pada saat belajar
·
Izinkan siswa untuk belajar sambil
mendengarkan musik
·
Frekuensi break atau jeda istirahat diperbanyak
·
Gunakan Mind Map
6.
Menggabungkan Ketiga Gaya Belajar
Ada
suatu penelitian mengenai daya ingat yang menunjukkan bahwa kita rata-rata
dapat mengingat :
§ 20
% apa yang kita baca
§ 30%
apa yang kita dengar
§ 40%
apa yang kita lihat
§ 50%
apa yang kita katakan
§ 60%
apa yang kita perbuat
§ 90%
apa yang kit abaca, dengar, lihat, katakan, dan perbuat
Dengan
begitu, siswa akan lebih menguasai suatu materi ketika siswa melakukan hal yang
ada diatas.